hai, apa kabar?
aku tidak sedang bersedih. aku tidak sedang terluka. tapi entah mengapa aku menangis.
aku mengingatnya, iya aku sedang sibuk memflashback apa yang terjadi kemarin, berhari-hari yang lalu.
aku mengingatnya, iya aku sedang sibuk memflashback apa yang terjadi kemarin, berhari-hari yang lalu.
oh aku ingat aku terluka.
tidak parah tapi perih.
tidak
dalam namun membekas.
semuanya terasa pas.
pas tiba-tiba semuanya
menghilang begitu saja.
salahkah aku?
ketika semuanya masih terasa jelas.
ketika semuanya masih terasa jelas.
aku, rasanya masih bisa mendengar suaramu. merasakan kehadiranmu. semuanya..
bahkan berkedip seribu kali pun, kau...
oh tidak semua tentang kau terlihat sangat nyata.
masih..
seperti orang gila. apakah aku gila?
aku sangat pandai membohongi
diri sendiri.
bagaimana bisa aku tertawa mengatakan aku tak apa..
bagaimana bisa?
yang kulakukan hanya tertawa sepanjang hari.
namun di kesendirian aku menangis.
memasang wajah terbaik di antara kepedihan.
siapa tau ketika aku tertawa bahagia, oh mungkin menertawai
diri sendiri.
mungkin, aku akan terlihat sedikit lebih manis dari
kegetiran hatiku.
mungkin, mungkin saja, kau akan memandangku.
hanya
mungkin..
bagiku satu yang terpedih.
ketika kurasa kemarin kau ada..
tidak sekarang..